MAKALAH TENTANG KONFLIK DAN
PERGOLAKAN YANG BERKAITAN DENGAN SISTEM PEMERINTAHAN
KOMPETENSI
KEAHLIAN ADMINISTRASI PERKANTORAN
“Untuk memenuhi nilai tugas kelompok mata pelajaran Sejarah Indonesia”
Disusun
oleh :
NAMA KELOMPOK :
1.
ANANDA
MEILYA VITAMA
2.
DENDI
PRATAMA
3.
HANY
FATHU ROHMAH
4.
LALAN
ARDI
5.
NANI
NOVIANTI
6.
NUR
‘AIN SASKIA
7.
RIA
SEFTIA
KELAS : XI AP 3
SMK NEGERI 2 CIKARANG BARAT
JL. Fatahillah
No. 1A Cikarang
Barat 17530, Telp (021) 8900578
2016-2017
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kami panjatkan kepada Tuhan yang Maha Esa
atas selesainya makalah yang berjudul “Konflik dan pergolakan yang berkaitan
dengan sistem pemerintahan”.akan dukungan moral dan materi yang diberikan dalam
penyusunan makalah ini, maka kami ucapkan banyak terima kasih kepada:
1.
Ibu
Febbyane , yang selaku wali kelas XII AP 3 dan guru mata pelajaran Sejarah
Indonesia
2.
Teman-teman
yang telah membantu dalam pembuatan makalah ini
Kami menyadari bahwa makalah ini belumlah sempurna, oleh
karena itu, saran dan kritik yang membangun dari rekan-rekan sangatlah
diperlukan untuk penyempurnaan makalah ini.
Cikarang
Barat, 07 Agustus 2016
Penulis
BAB I
PENDAHULUAN
1.1.
LATAR BELAKANG
Pemerintahan
Revolusioner Republik Indonesia (biasa disingkat dengan PRRI) merupakan salah satu gerakan pertentangan
antara pemerintah daerah dengan pemerintah pusat (Jakarta) yang dideklarasikan
pada tanggal 15 Februari 1958 dengan keluarnya ultimatum dari Dewan Perjuangan
yang dipimpin oleh Letnan Kolonel Ahmad Husein di Padang, Sumatera Barat,
Indonesia.Sedangkan Permesta atau
Perdjuangan Semesta atau Perdjuangan Rakjat Semesta adalah sebuah
gerakan militer di Indonesia. Gerakan ini dideklarasikan oleh pemimpin sipil
dan militer Indonesia Timur pada 2 Maret 1957 yaitu oleh Letkol Ventje Sumual.
Pusatnya berada di Makassar yang pada waktu itu merupakan ibu kota Sulawesi. Negara
Federal maupun BFO prinsipnya sama, yakni
adalah suatu negara yang secara resmi merdeka dan diakuikedaulatannya
namun secara de-facto berada di bawah kontrol negara lainnya. Negara boneka
secara harfiah berarti negara di mana pemerintahannya dapat disamakan seperti
boneka yang dimainkan oleh pemerintah negara lainnya sebagai dalang.
1.2.
TUJUAN DAN MANFAAT
Tujuan pembuatan makalah ini adalah untuk memenuhi
tugas mata pelajaran Sejarah Indonesia. Dimana dalam makalah ini berisi tentang
konflik dan pergolakan yang berkaitan dengan sistem pemerintahan.
Manfaat dari makalah ini adalah untuk menambah
wawasan para pembaca dan dapat mengenang sejarah berkembangnya negara indonesia
1.3.
RUMUSAN MASALAH
1.
Apa
saja Konflik dan Pergolakan yang Berkait dengan Sistem Pemerintahan ?
2.
Mengapa
Pemberontakan PRRI dan PERMESTA Terjadi ?
3. Mengapa Permasalahan
NEGARA FEDERAL DAN BFO Terjadi ?
2.1
PEMBERONTAKAN PRRI DAN PERMESTA
Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (biasa
disingkat dengan PRRI) merupakan salah satu gerakan pertentangan antara
pemerintah daerah dengan pemerintah pusat (Jakarta) yang dideklarasikan pada
tanggal 15 Februari 1958 dengan keluarnya ultimatum dari Dewan Perjuangan yang
dipimpin oleh Letnan Kolonel Ahmad Husein di Padang, Sumatera Barat, Indonesia.
Sedangkan
Permesta atau Perdjuangan Semesta atau
Perdjuangan Rakjat Semesta adalah sebuah gerakan militer di Indonesia.
Gerakan ini dideklarasikan oleh pemimpin sipil dan militer Indonesia Timur pada
2 Maret 1957 yaitu oleh Letkol Ventje Sumual. Pusatnya berada di Makassar yang
pada waktu itu merupakan ibu kota Sulawesi.
Ada
ketidakadilan yang dirasakan beberapa tokoh militer dan sipil di daerah
terhadap pemerintah pusat yang dianggap tidak adil dalam alokasi dana
pembangunan. Kekecewaan tersebut
diwujudkan dengan pembentukan dewan-dewan daerah sebagai alat perjuangan
tuntutan pada Desember 1956 dan Februari 1957 seperti:
1.
Dewan Banteng di Sumatra Barat yang dipimpin oleh Letkol
Ahmad Husein
2.
Dewan Gajah di Sumatra Utara yang dipimpin oleh Kolonel
Maludin Simbolan.
3.
Dewan Garuda di Sumatra Selatan yang dipimpin oleh Letkol
Barlian.
4.
Dewan Manguni di Sulawesi Utara yang dipimpin oleh
Kolonel Ventje Sumual.
Pada tanggal 9 januari 1958 para tokoh militer dan sipil mengadakan
rapat rahasia di sungai dareh sebuah kota kecil diperbatasan sumatera barat dan
jambi, dihadiri antara lain tokoh-tokoh militer antara lain :
1.
Kolonel mauludin simbolan.
2.
Kolonel zulkifli lubis.
3.
Kolonel dahlan djambek.
4.
Letkol achmad husein.
5.
Letkol berlian.
6.
Letkol vence samual.
Sedangkan tokoh sipil antara lain :
1.
Mohammad natsir.
2.
MR. Sjarifuddin prawiranegara.
3.
Prof. DR. Soemitro djojohadikoesmo.
4.
Burhannudin harahap.
2.1.1
LATAR BELAKANG PEMBRONTAKAN PRRI DAN PERMESTA
Umumnya semua bermuara pada
ketidakpuasan rakyat atau pimpinan di luar jawa (Daerah) terhadap
penyelengggaraan pemerintahan (Pusat) yang dilakukan para pemimpin RI karena
dirasakan terlalu sentralisasi dan beriorientasi jawa. Adapun latar belakang
pemberontakan PRRI dan Permesta antara lain:
1.
Gagalnya perekonomian bangsa
Ini merupakan salah satu dampak dari
terpusatnya pembangunan di jawa. Dikatakan demikian karena muncul rasa ketidak
puasan dari pemimpin ataupun rakyat di daerah dengan sistem pengalokasian dana
untuk daerah yang dinilai tidak adil. Konflik yang terjadi ini sangat dipengaruhi
oleh tuntutan keinginan akan adanya otonomi daerah yang lebih luas. Selain itu
ultimatum yang dideklarasikan itu bukan tuntutan pembentukan negara baru maupun
pemberontakan, tetapi lebih merupakan protes mengenai bagaimana konstitusi
dijalankan. Pada masa bersamaan kondisi pemerintahan di Indonesia masih belum
stabil pasca agresi Belanda. Hal ini juga memengaruhi hubungan pemerintah pusat
dengan daerah serta menimbulkan berbagai ketimpangan dalam pembangunan,
terutama pada daerah-daerah di luar pulau Jawa.
2.
Kesenjangan dalam internal Angkatan Darat
Masalah gagalnya perekonomian berimbas pada
kesejahteraan prajurit TNI yang membuat pimpinan2 militer di daerah kecewa.
Maka mereka menempuh jalan sendiri2 dalam menghimpun dana, yaitu melakukan
perdagangan tanpa prosedur yang seharusnya. Ketidakpuasan di daerah2 ini
diperburuk dengan kondisi internal tentara, khususnya AD, yang tidak kompak
& bisa dibilang terpecah belah.Perpecahan di tubuh AD ini ditandai dengan
peristiwa 17 Oktober 1952 dimana, menurut 1 versi, pimpinan AD mengajukan
petisi kepada Presiden Soekarno untuk membubarkan Parlemen. Tindakan ini mendapat kecaman dari internal
AD yang kontra 17 Oktober 1952 yang berbuntut pada diberhentikannya Mayjen
Nasution dari jabatan KSAD. Masalah ini berbuntut panjang & menjadi salah 1
sebab yang mendorong perwira2 di Daerah ikut serta dalam PRRI/Permesta.
3.
Ancaman Komunisme
Hal ini di dasarkan ketika pemerintah pusat
mengambil kebijakan "mengampuni" PKI & memberikan kesempatan
berkembang biak di Indonesia. Hasilnya, PKI masuk dalam 4 besar parpol di
Pemilu 1955.
4.
Peristiwa Cikini
Pada tanggal 10 s/d 13 September 1957
ketika diadakan musyawarah nasional oleh PM Djuanda dengan mengundang semua
stakeholders termasuk “perwira-perwira pembangkang”. Dalam acara ini sempat
dibentuk Panitia Tujuh yang menilai “perwira-perwira pembangkang”. Sebulan
kemudian diadakan musyawarah pembangunan nasional tapi kurang membawa hasil.
Di tengah upaya tersebut, pada tanggal 30
Nopember 1957 terjadi percobaan pembunuhan terhadap Presiden Soekarno yang
terkenal dengan nama Peristiwa Cikini. Efek dari peristiwa ini semakin
memperburuk hubungan antara Pusat & Daerah karena Soekarno menduga upaya
tersebut didalangi oleh “perwira-perwira pembangkang”.
Akibatnya, para perwira pembangkang yang
dituduh oleh Pusat mengadakan serangkain pertemuan, di antaranya yang krusial
adalah Pertemuan Sungai Dareh pada 9 & 10 Desember 1957, yang mempersatukan
daerah yang sedang bergejolak.
5.
Intervensi Asing
Konstelasi ini pastinya tidak luput dari
pengamatan AS sebagai kekuatan utama dari blok Barat (kapitalis) kontra blok
Timur (komunis) yang sedang berebut pengaruh dari negara-negara Asia-Afrika,
termasuk Indonesia. Apalagi PKI semakin menancapkan pengaruhnya. AS dan sekutunya
merasa khawatir dengan masa depan Indonesia. Hal ini dipandang oleh banyak
pengamat sebagai pintu masuk keterlibatan asing terhadap PRRI/Permesta. Suatu
fakta jelas menyebutkan bahwa pada bulan Oktober 1957 CIA menawarkan bantuan
keuangan & senjata kepada Kolonel M. Simbolon. Bahkan pesawat amfibi
Catalina tercatat pernah mendarat di Danau Singkarak untuk keperluan ini,
termasuk pengangkutan personil PRRI dengan kapal selam ke luar negeri untuk
memperoleh latihan di Singapura, Thailand & Malaya.
Dalam suatu seminar di Pusat Kajian Wilayah
Amerika, Kampus UI Depok, tanggal 21 April 1998, dalam rangka 50 tahun hubungan
Indonesia-AS, Kolonel Ventje Sumual mengakui bahwa para pimpinan Permesta telah
mengadakan hubungan dengan pihak AS malah ia katakan:
"Sayalah yang mengadakan hubungan...sebagai orang yang bertekad melakukan perlawanan bersenjata melawan Pusat sesuai kesepakatan Sungai Dareh"
"Sayalah yang mengadakan hubungan...sebagai orang yang bertekad melakukan perlawanan bersenjata melawan Pusat sesuai kesepakatan Sungai Dareh"
Puncak dari serangkaian peristiwa ini
adalah saat diumumkannya Piagam Perjuangan pada tanggal 10 Februari 1958 jam
10.00 di Padang oleh Ketua Dewan Perjuangan, Kolonel Ahmad Hussein, yang isinya
kurang lebih mengultimatum Presiden untuk mengambil kembali mandat dari Kabinet
Djuanda dalam waktu 5 x 24 jam. Pusat kemudian menindaklanjuti tuntutan Daerah
dengan mengadakan sidang kabinet pada 11 Pebruari 1958 yang isinya menolak
ultimatum Dewan Perjuangan. Penolakan dari Pemerintah Pusat direspon dengan
membentuk dan mengumumkan Kabinet PRRI pada 15 Februari 1958. Presiden Soekarno
yang baru tiba dalam lawatan ke luar negeri memerintahkan tindakan tegas
terhadap penyelewengan yang diumumkan PRRI.
2.2
PERMASALAHAN
NEGARA FEDERAL DAN BFO
Negara Federal maupun BFO
prinsipnya sama, yakni adalah suatu
negara yang secara resmi merdeka dan diakuikedaulatannya namun secara de-facto
berada di bawah kontrol negara lainnya. Negara boneka secara harfiah berarti
negara di mana pemerintahannya dapat disamakan seperti boneka yang dimainkan
oleh pemerintah negara lainnya sebagai dalang.
2.2.1 Latar Belakang Persoalan Negara Federal dan BFO
Permasalahan
ini muncul dimulai sejak Perundingan Linggarjati disetujui dan ditanda tangani
dan di perparah dengan penandatanganan perundingan yang lainnya, seperti
Roem-Royen. Konsep Negara Federal dan “Persekutuan” Negara Bagian
(BFO/Bijeenkomst Federal Overleg) mau tidak mau menimbulkan potensi perpecahan
di kalangan bangsa Indonesia sendiri setelah
kemerdekaan. Persaingan
yang timbul terutama adalah antara golongan federalis yang ingin
bentuk negara federal dipertahankan dengan golongan unitaris yang ingin
Indonesia menjadi negara kesatuan.
Dalam
konferensi Malino di Sulawesi Selatan pada 24 Juli 1946 misalnya, pertemuan
untuk membicarakan tatanan federal yang diikuti oleh wakil dari berbagai daerah
non RI itu, ternyata mendapat reaksi keras dari para politisi pro RI yang ikut
serta. Mr. Tadjudin Noor dari Makasar bahkan begitu kuatnya mengkritik hasil
konferensi.
Perbedaan
keinginan agar bendera Merah-Putih dan lagu Indonesia Raya digunakan atau tidak
oleh Negara Indonesia Timur (NIT) juga menjadi persoalan yang tidak bisa
diputuskan dalam konferensi. Kabinet NIT juga secara tidak langsung ada yang
jatuh karena persoalan negara federal ini (1947).
1.
Perundingan
Linggarjati
Perjanjian
Linggarjati sebagaimana kita ketahui memiliki dampak negatif khususnya bagi
rakyat indonesia dan hal ini menimbulkan pro dan kontra di kalangan masyarakat
Indonesia, contohnya beberapa partai seperti Partai Masyumi, PNI, Partai Rakyat
Indonesia, dan Partai Rakyat Jelata. Partai-partai tersebut menyatakan bahwa
perjanjian itu adalah bukti lemahnya pemerintahan Indonesia untuk
mempertahankan kedaulatan negara Indonesia. Untuk menyelesaikan permasalahan
ini, pemerintah mengeluarkan Peraturan Presiden No. 6/1946, dimana bertujuan
menambah anggota Komite Nasional Indonesia Pusat agar pemerintah mendapat suara
untuk mendukung perundingan linggarjati.
2.
Perundingan Roem
Royen
Meskipun
kemerdekaan Indonesia telah diproklamasikan, Belanda tetap saja tidak mau
mengakui kelahiran negara indonesia. Dan Belanda pun membuat negara boneka yang
bertujuan mempersempit wilayah kekuasaan Republik Indonesia. Negara boneka
tersebut dipimpin oleh Van Mook. Dan Belanda mengadakan konferensi pembentukan
Badan Permusyawaratan Federal(BFO) 27 Mei 1948.
Dan
pada tanggal 19 Desember 1948, Belanda mengadakan Agresi Militer Belanda dengan
menyerang kota Yogyakarta dan menawan Presiden dan Wakil Presiden beserta
pejabat lainnya. Namun sebelum itu Presiden mengirimkan radiogram kepada Mr.
Syafrudin Prawiranegara yang mengadakan perjalanan di Sumatera untuk membentuk
Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI).
Dengan
begitu Indonesia menunjukkan kegigihan mempertahankan wilayahnya dari segala
agresi Belanda. Akhirnya konflik bersenjata harus segera diakhiri dengan jalan
diplomasi. Dan atas inisiatif Komisi PBB untuk Indonesia, maka pada tanggal 14
April 1949 diadakan perundingan di Jakarta di bawah pimpinan Merle Cochran,
Anggota Komisi Amerika.
3.
Konferensi Inter
Indonesia
Merupakan
konferensi yang berlangsung antara negara Republik Indonesia dengan negara-negara
boneka atau negara bagian bentukkan Belanda yang tergabung dalam BFO. Pada
awalnya pembentukkan BFO ini diharapkan oleh Belanda akan mempermudah Belanda
untuk kembali berkuasa di Indonesia. Namun sikap negara-negara yang tergabung
dalam BFO berubah setelah Belanda melancarkan agresi militernya yang kedua
terhadap Indonesia. Karena simpati dari negara-negara BFO ini maka
pemimpin-pemimpin Republik Indonesia dapat dibebaskan dan BFO jugalah yang
turut berjasa dalam terselenggaranya Konferensi Inter-Indonesia. Hal itulah
yang melatarbelakangi dilaksanaklannya Konferensi Inter-Indonesia pada bulan
Juli 1949.
BFO
yang didirikan di Bandung pada 29 Mei 1948 merupakan lembaga permusyawaratan
dari negara-negara federal yang memisahkan dari RI. Perdana Menteri negara
Pasundan, Mr. Adil Poeradiredja, dan Perdana Menteri Negara Indonesia Timur,
Gede Agung, memainkan peran penting dalam pembentukan BFO.
Dalam
tubuh BFO juga bukan tidak terjadi pertentangan. Sejak pembentukannya di
Bandung pada bulan Juli 1948, BFO telah terpecah ke dalam dua kubu. Kelompok
pertama menolak kerjasama dengan Belanda dan lebih memilih RI untuk diajak
bekerjasama membentuk Negara Indonesia Serikat. Kubu ini dipelopori oleh Ide
Anak Agung Gde Agung (NIT) serta R.T. Adil Puradiredja dan R.T. Djumhana
(Negara Pasundan). Kubu kedua dipimpin oleh Sultan Hamid II (Pontianak) dan dr.
T. Mansur (Sumatera Timur).
Setelah
Konferensi Meja Bundar atau KMB (1949), persaingan antara golongan federalis
dan unitaris makin lama makin mengarah pada konflk terbuka di bidang militer,
pembentukan Angkatan Perang Republik Indonesia Serikat (APRIS) telah
menimbulkan masalah psikologis. Salah satu ketetapan dalam KMB menyebutkan
bahwa inti anggota APRIS diambil dari TNI, sedangkan lainnya diambil dari personel
mantan anggota KNIL. TNI sebagai inti APRIS berkeberatan bekerjasama dengan
bekas musuhnya, yaitu KNIL. Sebaliknya anggota KNIL menuntut agar mereka
ditetapkan sebagai aparat negara bagian dan mereka menentang masuknya
anggotaTNI ke negara bagian (TaufiAbdullah danAB Lapian, 2012.).
BAB
III
PENUTUP
Demikian yang dapat kami paparkan mengenai
materi tentang Konflik dan Pergolakan yang berkaitan dengan sistem
pemerintahan, tentunya masih banyak kekurangan dan kelemahanya ,karena terbatasnya
pengetahuan dan referensi yang ada hubunganya dengan judul makalah ini.
Penulis banyak berharap
para pembaca memberikan kritik dan saran yang membangun kepada penulis demi
sempurnya makalah ini dan penulisan makalah di kesempatan berikutnya. Semoga
makalah ini berguna bagi penulis dan para pembaca.Terimakasih.
nice blog makasih sudah sharing kak
BalasHapusharga susu anlene gold
Salam kepada semua warga negara Indonesia, nama saya INDALH HARUM, TOLONG, saya ingin memberikan kesaksian hidup saya di sini di platform ini sehingga semua warga negara Indonesia berhati-hati dengan pemberi pinjaman di internet, Tuhan mendukung saya melalui ibu yang baik, LASSA JIM , Setelah beberapa waktu mencoba mendapatkan pinjaman dari lembaga keuangan, dan menolak, maka saya memutuskan untuk mendaftar melalui pinjaman online tetapi saya curang dan saya kehilangan lebih dari 50 juta rupiah dengan pemberi pinjaman yang berbeda karena saya mencari pinjaman (Rp800) setelah membayar biaya dan tidak mendapat pinjaman. Saya menjadi sangat putus asa dalam mendapatkan pinjaman, jadi Salam kepada semua warga negara Indonesia, nama saya INDALH HARUM, TOLONG, saya ingin memberikan kesaksian hidup saya di sini di platform ini sehingga semua warga negara Indonesia berhati-hati dengan pemberi pinjaman di internet, Tuhan mendukung saya melalui ibu yang baik, LASSA JIM, Setelah beberapa waktu mencoba mendapatkan pinjaman dari lembaga keuangan, dan menolak, jadi saya memutuskan untuk mendaftar melalui pinjaman online tetapi saya menipu dan kehilangan lebih dari 50 juta rupiah dengan Pemberi pinjaman karena saya mencari pinjaman (Rp800) setelah membayar biaya dan tidak mendapat pinjaman. Saya menjadi sangat putus asa dalam mendapatkan pinjaman, jadi saya berdiskusi dengan seorang teman saya, Harum kemudian memperkenalkan saya kepada Ny. LASSA JIM, seorang pemberi pinjaman di sebuah perusahaan bernama ACCESS LOAN FIRM sehingga teman saya meminta saya untuk melamar ibu LASSA, jadi saya mengumpulkan keberanian dan menghubungi Ms. LASSA.
BalasHapusSaya mengajukan pinjaman 2 miliar rupiah dengan tingkat bunga 2%, sehingga pinjaman disetujui tanpa tekanan dan semua pengaturan dilakukan dengan transfer kredit, karena tidak memerlukan jaminan dan keamanan untuk transfer pinjaman yang baru saja saya katakan kepada dapatkan perjanjian lisensi, aplikasi mereka untuk mentransfer kredit saya dan dalam waktu kurang dari 48 jam pinjaman itu disetorkan ke rekening bank saya.
Saya pikir itu hanya lelucon sampai saya menerima telepon dari bank saya bahwa akun saya dikreditkan dengan jumlah 2 miliar. Saya sangat senang bahwa Tuhan akhirnya menjawab doa saya dengan memesan pinjaman saya dengan pinjaman asli saya, yang memberi saya keinginan hati saya. mereka juga memiliki tim ahli yang akan memberi tahu Anda tentang jenis bisnis yang ingin Anda investasikan dan cara menginvestasikan uang Anda, sehingga Anda tidak akan pernah bangkrut lagi dalam hidup Anda. Semoga Tuhan memberkati Mrs. LASSA JIM untuk membuat hidup saya lebih mudah, jadi saya sarankan siapa pun yang tertarik mendapatkan pinjaman untuk menghubungi Mrs. LASSA melalui email: lassajimloancompany@gmail.com
Anda juga dapat menghubungi nomor JIM ibu LASSA whatsApp +1(301)969-1955.
Akhirnya, saya ingin berterima kasih kepada Anda semua karena telah meluangkan waktu untuk membaca kesaksian sejati hidup saya tentang kesuksesan saya dan saya berdoa agar Tuhan melakukan kehendak-Nya dalam hidup Anda. Sekali lagi nama saya adalah INDALH HARUM, Anda dapat menghubungi saya untuk informasi lebih lanjut melalui email saya: Indalhharum@gmail.com